All for Joomla All for Webmasters
A to Z tentang Bayi Tabung

Memiliki buah hati merupakan dambaan bagi setiap pasangan, tak terkecuali bagi pasangan yang memiliki gangguan kesuburan. Gangguan kesuburan adalah kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa memakai alat kontrasepsi. Di Indonesia sendiri terdapat 10-15% atau kurang lebih 4juta orang yang mengalami masalah kesuburan.

Gangguan kesuburan dapat disebabkan oleh faktor suami, faktor istri maupun faktor keduanya. Faktor istri terjadi karna adanya gangguan pematangan sel telur, sumbatan saluran telur atau gangguan pada rahim dan indung telur. Sementara pada pria adalah masalah pada sperma yang menyebabkan tak bisa terjadinya pembuahan. Penyebab gangguan kesuburan sendiri sebesar 35% disebabkan oleh gangguan sperma dan sisanya gangguan pada lain hal.

Untuk mengetahui penyebab gangguan kesuburan perlu adanya pemeriksaan yang dilakukan baik oleh calon ayah dan calon ibu. Pemeriksaanya sendiri pada calon ayah meliputi analisis sperma berupa analisis jumlah sperma, bentuk sperma dan gerak sperma. Sementara pada calon ibu pemeriksaanya berupa gangguan pematangan telur, kerusakan saluran telur, kista coklat dan gangguan rahim.

Pada hakikatnya gangguan kesuburan di masa kini bukan merupakan halangan bagi pasangan untuk memiliki buah hati. Dengan teknologi yang semakin modern. Knini pasangan dengan gangguan kesuburan memilliki 2 solusi, ya itu inseminasi buatan dan program bayi tabung.

Program Bayi tabung (In Vitro Fertilisation) sendiri telah ada sejak 1978 dan di Indonesia sendiri telah ada semenjak tahun 1988. Program bayi tabung sendiri merupaka program untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan dengan mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia yang kemudian 2-3 embrio yang telah terjadi pembuahan akan di tanam kembali ke rahim si calon ibu. Program bayi tabung sendiri berbeda dengan inseminasi. Inseminasi merupakan teknologi untuk mendapatkan kehamilan dengan cara menyemprotkan sperma yang sudah diseleksi dalam calon rahim si ibu. Sehingga pada inseminasi proses pertamua antar sperma dan telur tetap terjadi di dalam tubuh manusia.

Program bayi tabung sendiri dikerjakan ketika faktor sperma telah baik, tidak adanya sumbatan kedua saluran telur, tidak adanya kista coklat dan gangguan pematangan telur.

Secara umum proses bayi tabung terbagi atas 8 tahap, yaitu:

  1. Pemeriksaan USG, hormon, saluran telur dan sperma
  2. Penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur
  3. Penyuntikan obat penekan hormon
  4. Pengambilan sel telur
  5. Pembuahan
  6. Pengembangan embrio
  7. Penanaman embrio
  8. Menunggu hasil

Program bayi tabung bisa jadi mengalami komplikasi seperti hierstimulasi ovarium, kehamilan ganda, hamil diluar kandungan, infeksi atau pendarahan saat pengambilan sel telur. Kualitas bayi yang lahir dengan teknologi bayi tabung tidak memiliki perbedaan dalam kecacatan, pertumbuhan dan perkembangan antara bayi yang dilahirkan normal dan dibuat dengan pembuahan alami.

Sumber: Klinik Yasmin RSCM Kencana