• 22
  • Mar
Tumor Parotis

Tumor Parotis

Definisi

Mayoritas benjolan yang ada di telinga sebelah kiri berasal dari kelenjar ludah parotis. Dilihat dari segi fungsinya, kelenjar ludah merupakan penghasil cairan berupa enzim dan air liur yang sangat bermanfaat dalam proses pencernaan.

Setiap hari, air liur secara terus-menerus diproduksi dan jumlahnya bisa mencapai 1000 cc. Berdasarkan ukurannya, kelenjar ludah terbagi menjadi dua yakni kelenjar ludah mayor dan minor.

Masing-masing kelenjar ludah tersebut memiliki beberapa bagian. Kelenjar ludah mayor terdiri dari kelenjar submandibula, kelenjar parotis, dan juga kelenjar sublingual.

 

Kemudian, kelenjar ludah minor ada beberapa macam yakni yang berada di bagian dalam rongga mulut, pada langit-langit, dan di dasar lidah. Kelenjar ludah parotis memiliki berat sekitar 25 gram dan berada di bagian depan dan bawah telinga kiri dan kanan. Kelenjar ini terbagi menjadi dua bagian yakni bagian luar atau permukaan, yang dalam istilah kedokterannya disebut superficial dan bagian dalamnya yang disebut profundus. Keduanya dibatasi oleh organ yang disebut dengan saraf wajah yakni nervus fascialis dan nervus VII.

Biasanya, orang yang memiliki benjolan di bagian telinga kiri dalam waktu yang lama akan khawatir terkena kanker atau tumor. Jika dibiarkan, tentu saja benjolan tersebut akan semakin bertambah besar dan berbahaya karena sifat tumor itu invasif, dapat menyerbu ke segala arah.

 

Etiologi 

  • Paparan radiasi
  • Merokok
  • Infeksi human papillomavirus (HPV) dan Epstein Barr virus (EBV, terutama populasi China dan Eskimo)
  • Genetik
  • Faktor lingkungan (paparan serbuk gergaji, pestisida, dan bahan kimia untuk industri kulit)

 

Gejala Klinis

Sebagian besar tumor parotis bersifat jinak (80%) dan hanya 20% saja yang sifatnya ganas. Untuk tumor jinak parotis, pertumbuhannya relatif lebih lambat dan biasanya menyerang di usia muda, tidak pernah menyebar jauh, dan tidak terasa nyeri.

 

Sedangkan tumor ganas parotis memiliki efek yang sebaliknya, yakni pertumbuhan yang sangat cepat, sering terjadi di usia 50 tahun ke atas, cukup menganggu karena menyebabkan rasa sakit, dapat menyebabkan gangguan pernafasan, mulut terlihat moncong, mata sukar menutup, dan tumor terasa keras seperti batu.  

 

Diagnosis

Dokter akan menanyakan riwayat benjolan, kemudian melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah benjolan. Selanjutnya dapat dimintakan pemeriksaan penunjang seperti x-ray, atau biopsy jarum halus untuk menentukan jenis tumor tersebut.

 

Tatalaksana

Ketika benjolan tumor tidak terlalu besar dan masih bisa dilakukan operasi, maka pengangkatan tumor sering dilakukan. Bila tumor berada di bagian permukaan, maka semua kelenjar parotis yang ada di permukaan tersebut akan diangkat—tindakan ini disebut denganparotidektomi superficial.

Setelah benjolan tumor tersebut diangkat, maka harus diperiksakan ke bagian patologi anatomi untuk memastikan jinak atau ganasnya. Jika dalam pemeriksaan anatomi disebutkan bahwa tumor itu ganas, maka pengangkat seluruh jaringan harus dilakukan. Tindakan ini disebut dengan parotidektomi total. Biasanya, konsekuensi dari pengangkatan keseluruhan jaringan parotis di bagian dalam dan permukaan ini ialah cedera pada saraf ketujuh dan terjadi baal atau berkurangnya rasa pada bagian telinga.

 

Sumber : Cluster Breast / Oncology

- See more at: http://rscmkencana.webpraktis.com/tumor-parotis-detail-13762#sthash.y1BuhMPM.dpuf

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar